Pagi itu suasana di sekolahku terasa berbeda. Aku (Mika, Nur, Yumna, dll) dan teman-teman yang terpilih mengikuti lomba FLS3N 2026 (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) berkumpul di halaman sekolah untuk berangkat ke tempat sekolah di adakanya lomba dengan penuh semangat. Kami membawa harapan besar untuk mengharumkan nama sekolah.
Aku mengikuti cabang lomba menyanyi solo. Sejak beberapa minggu sebelumnya, aku sudah berlatih dengan sungguh-sungguh. Setiap pulang sekolah, aku meluangkan waktu untuk latihan, bahkan saat merasa lelah. Guru pembimbingku selalu memberi semangat dan arahan agar penampilanku maksimal.
Hari perlombaan pun tiba. Jantungku berdebar kencang saat menunggu giliran tampil. Aku melihat peserta lain yang juga sangat berbakat. Sempat muncul rasa gugup, tetapi aku mencoba menenangkan diri dan mengingat pesan guru, “Tampilkan yang terbaik, bukan yang sempurna.”
Saat namaku dipanggil, aku melangkah ke atas panggung. Aku menarik napas dalam-dalam, lalu mulai bernyanyi dengan penuh penghayatan. Semua latihan yang kulakukan terasa terbayar saat itu.
Setelah tampil, aku merasa lega dan bangga pada diriku sendiri. Apa pun hasilnya, aku sudah memberikan yang terbaik. Saat pengumuman juara, aku tidak menyangka namaku disebut sebagai juara kedua. Aku sangat bersyukur dan bahagia. Pengalaman mengikuti lomba FLS3N ini mengajarkanku banyak hal: keberanian, kerja keras, dan percaya diri. Aku sadar bahwa kemenangan bukanlah segalanya, tetapi proses dan pengalamanlah yang paling berharga.







Selengkapnya tari kreasi https://www.youtube.com/watch?v=cZ3if-Z_g0o&t=225s
Menyanyi solo https://www.youtube.com/watch?v=tLxCwjDIEGc&t=136s
